November 25

Kapan Disyariatkan Adzan Jumat Dua Kali?

✍ Al-‘Allamah Ibnu Baaz _rahimahullah_:

📝 *Pertanyaan*:
【 Kapan disyariatkan adzan jumat dua kali dan oleh sebab apa, dan apakah benar bahwa Ali _radhiallahu ‘anhu_ mengembalikan kepada (adzan) satu kali, aku mendengar di Mekkah bahwa negeri Saudi mengumandangkan adzan dua kali bagaimana dengan itu karena negeri Saudi adalah negeri sunny mengapa mengamalkan kebid’ahan? 】

📜 *Jawaban*:
《 Bermulanya adzan Jumat dua kali pada masa (kekhalifahan) ‘Utsman _radhiallahu ‘anhu_ dan sebabnya ialah banyaknya manusia, dan telah terbit dari *Dewan Riset Ilmiah dan Fatwa* sebuah fatwa tentang hal itu dan berikut teksnya:

📄 Telah benar dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda:

*«عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ…»* رواه الإمام أحمد في ( مسند الشاميين ) برقم ( 16695 ).

_” hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham…”_ [HR. Ahmad di dalam *Musnad As-Syamiyyin* dengan no. (16695)]

▪️ Dan adzan di hari Jumat awalnya dilakukan ketika imam duduk di atas mimbar di masa Nabi ﷺ dan Abu Bakar serta ‘Umar _radhiallahu ‘anhuma_, dan tatkala di masa kekhalifahan ‘Utsman dan manusia bertambah banyak maka ‘Utsman _radhiallahu ‘anhu_ memerintahkan pada hari Jumat adanya adzan pertama, *dan bukan kebid’ahan* berdasarkan apa yang telah lalu akan adanya perintah untuk mengikuti sunnah Khulafa’ Rasyidin, dan dalil dari perkara tersebut apa yang diriwayatkan oleh Bukhari, Nasaai, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu Dawud dan lafazh nya ada padanya:

*« عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي السَّائِبُ بْنُ يَزِيدَ
أَنَّ الْأَذَانَ كَانَ أَوَّلُهُ حِينَ يَجْلِسُ الْإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَلَمَّا كَانَ خِلَافَةُ عُثْمَانَ وَكَثُرَ النَّاسُ أَمَرَ عُثْمَانُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِالْأَذَانِ الثَّالِثِ فَأُذِّنَ بِهِ عَلَى الزَّوْرَاءِ فَثَبَتَ الْأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ»* رواه الإمام البخاري في ( الجمعة ) برقم ( 1392 ) ، وأبو داود في ( الصلاة ) برقم ( 1087 ) واللفظ له .

_”Dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku As Sa`ib bin Yazid bahwa pada mulanya, adzan pertama pada hari Jumat ketika imam duduk di atas mimbar yaitu di masa Nabi ﷺ, Abu Bakar dan Umar radliallahu ‘anhuma, ketika Utsman menjabat Khilafah, sementara orang-orang semakin banyak jumlahnya, maka ‘Utsman memerintahkan untuk mengumandangkan adzan ketiga di hari Jumat, maka di kumandangkanlah adzan di atas Zaura`(tempat ketinggian di pasar Madinah), lalu perkara tersebut menjadi tetap.”_ [HR. Bukhari dalam kitab: *Al-Jumu’ah* no. (1392), dan Abu Dawud dalam kitab: As-Shalat no. (1087) dan lafazh ada padanya.]

🔖 Dan Imam Al-Qasthalani telah memberikan komentar di dalam Syarh-nya terhadap Bukhari atas hadits ini:

_”Bahwa adzan yang ditambahkan oleh ‘Utsman ialah ketika masuknya waktu shalat yang dinamakan dengan adzan ketiga jika ditinjau dari sisi penambahan atas adzan di hadapan imam dan iqamat untuk shalat dan dinamakannya iqamat dengan adzan sebagai bentuk dominasi terhadap semua bentuk pengumuman pada keduanya, dan adzan ini manakala kaum muslimin bertambah banyak maka ditambahkan oleh ‘Utsman _radhiallahu ‘anhu_ sebagai bentuk *ijtihad dari beliau dan hal ini disepakati oleh para sahabat dengan diam (nya mereka) dan tidak mengingkari (perbuatan tersebut)* maka jadilah perkara tersebut sebagai *ijma’ sukuti* (persetujuan dalam bentuk mendiamkannya). Dan hanya kepada Allah mengharapkan taufiq-Nya.”_ 》

•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

🖥 *Sumber artikel*:
http://www.binbaz.org.sa/fatawa/1317

[Halaman 1 dari 2]

#fiqih_jumat #adzan #adzan_awal #sunnah #bidah

November 21

Penjelasan Ringkas Fiqh Berteriak Hewan

Forum Ilmiyah KarangAnyar:
▪▫▪▫▪▫▪

Tanya:

Mohon dijelaskan tentang fiqh berternak hewan seperti unggas, ataupun kambing dan semisalnya, di mana terkadang ternak tersebut sering berada di area rumah orang lain, dan tidak jarang membuang kotoran di rumah tersebut!

Jawab:

Oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari hafizhahullah

لا ضرر ولاضرار

❎ *Tidak boleh memudharatkan orang lain dalam bentuk apapun,*

🏡Oleh karena itu apabila seseorang memelihara ayam, sediakan kandang di rumah! Continue reading

November 9

Apabila Imam Sholat Salah Melafalkan Al-Fatihah

🕐 Ketika kita mendapati imam sholat ternyata melakukan kesalahan fatal dalam membaca surat alquran, batasan apakah yang menjadi parameter sah atau tidaknya sholat, sehingga perlu meninggalkan imam tersebut? demikian juga batas kepantasan yang hanya berhukum makruh?

Pertanyaan di atas bisa jadi terlintas dan kita alami. Berikut ini sebagian bimbingan hikmah dari fatwa para ulama, semoga bisa menjadi penuntun sikap hikmah.
بارك الله فيكم
Continue reading

August 21

Selesai Sholat Baru Sadar Ada Najis

❓Tanya :

Seseorang Setelah Selesai Sholat Baru Sadar Bahwa pada Pakaiannya Terdapat Najis. Apakah Ia Wajib Mengulangi Sholatnya?
➖➖➖➖➖➖➖

👉🏻Jawab:

Ia tidak wajib mengulangi sholat, jika baru mengetahui setelah selesainya sholat. Nabishollallahu alaihi wasallam pernah sholat bersama para Sahabat. Beliau sholat menggunakan sandal. Di tengah sholat beliau melemparkan sandalnya. Perbuatan itu diikuti oleh Sahabat yang menjadi makmum. Selesai sholat beliau bertanya: mengapa kalian melemparkan sandal? Para Sahabat menjawab: karena kami melihat anda melakukan hal itu. Nabi menyatakan bahwa di tengah sholat, Jibril memberitahu bahwa pada sandal beliau terdapat najis. Maka Nabi melemparkan sandal yang mengandung najis tersebut. Hadits tersebut diriwayatkan dari Sahabat Abu Said al-Khudri (riwayat Abu Dawud dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah, dan al-Albany). Continue reading

August 6

Najis dan Cara Menghilangkannya (Bagian 3)

✅Bagaimana Cara Menghilangkan Najis?

Jawab : Cara menghilangkan najis adalah dengan berupaya menghilangkan warna, rasa, dan bau najis tersebut dengan berbagai media yang memungkinkan. Paling utama dengan air. Namun, jika masih tersisa warna atau sedikit baunya (setelah melalui upaya maksimal), maka yang demikian dimaafkan. Sebagaimana Khaulah bintu Yasar pernah bertanya kepada Nabi tentang cara membersihkan pakaian yang terkena darah haidh, Nabi bersabda:
يَكْفِيكِ الْمَاءُ وَلَا يَضُرُّكِ أَثَرُهُ
Cukup bagimu (membersihkan) dengan air dan tidak mengapa (jika masih tersisa) bekasnya (H.R Abu Dawud, dihasankan  Syaikh al-Albany -sanad hadits lemah namun ada penguat dari jalur lain secara mursal riwayat alBaihaqy)
✅Jika Suatu Benda Terkena Najis, dan Dibiarkan Hingga Kering dan Tidak Nampak Lagi Tanda Najis, Apakah Menjadi Suci?
Jawab : Ya, jika suatu benda yang sebelumnya terkena najis, kemudian secara alamiah hilang warna, rasa, dan bau najis tersebut karena angin, panas matahari, dan sebab-sebab yang lain, maka najisnya juga telah hilang. Pada masa Nabi kadangkala anjing berkeliaran dan kencing di luar masjid, kemudian sisa pijakan kaki-kaki anjing itu dibiarkan saja.
كَانَتِ الْكِلَابُ تَبُولُ وَتُقْبِلُ وَتُدْبِرُ فِي الْمَسْجِدِ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَكُونُوا يَرُشُّونَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ
Dahulu anjing-anjing kencing (di luar masjid) kemudian berlalu-lalang di dalam masjid pada zaman Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabat sama sekali tidak memerciki tempat yang dipijak oleh anjing itu dengan air (H.R alBukhari dari Ibnu Umar)
(Buku ‘Fiqh Bersuci dan Sholat’, Abu Utsman Kharisman, Penerbit Cahaya Sunnah Bandung)

August 1

Najis dan Cara Menghilangkannya (Bagian 2)

Apakah Bagian Tubuh Anjing Seluruhnya Najis, ataukah Hanya Air Liurnya Saja?

Jawab : Seluruh bagian tubuh anjing adalah najis. Namun, yang harus dicuci 7 atau 8 dan ditambah dengan tanah adalah jika terkena jilatannya saja. Najis karena bagian tubuh yang lain cukup dicuci sekali seperti najis-najis yang lain. Dalilnya:
ثُمَّ وَقَعَ فِي نَفْسِهِ جِرْوُ كَلْبٍ تَحْتَ فُسْطَاطٍ لَنَا فَأَمَرَ بِهِ فَأُخْرِجَ ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِهِ مَاءً فَنَضَحَ مَكَانَهُ

Kemudian terbetik sesuatu pada diri Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam terhadap seekor anak anjing yang berada di bawah tenda kami kemudian Nabi memerintahkan agar anak anjing itu dikeluarkan, kemudian beliau mengambil air dengan tangannya dan memercikkan tempat yang terkena anak anjing tadi (H.R Muslim dari Maimunah)

(Fiqh Bersuci dan Sholat, Abu Utsman Kharisman, Penerbit Cahaya Sunnah Bandung)

July 30

Najis dan Cara Menghilangkannya (Bagian 1)

✅Ada Berapa Macam Najis?

Jawab :
Najis, berdasarkan macam cara menghilangkannya ada 3, yaitu :
1) Najis Mukhoffafah (najis ringan),yaitu najis yang cara menghilangkannya cukup dengan memercikkan air ke tempat yang terkena najis (tidak harus dicuci). Najis yang masuk kategori ini adalah :
a) Kencing anak laki-laki yang belum memakan makanan lain sebagai makanan pokok selain ASI (Air Susu Ibu).
بَوْلُ الْغُلَامِ يُنْضَحُ وَبَوْلُ الْجَارِيَةِ يُغْسَلُ
Kencing anak kecil laki-laki (yang belum makan selain ASI) cukup dipercikkan, sedangkan kencing anak perempuan harus dicuci (H.R Ibnu Majah)

Continue reading

January 12

Pengaturan Shaf Sholat Berjamaah (Bagian  4-selesai)

✅Bolehkah Sholat Makmum Terhalang Tabir/ Tembok dan Sholat Mengikuti Imam?

Jika di antara Imam dengan makmum terhadap penghalang, namun makmum masih bisa mendengar suara Imam, yang demikian tidak mengapa dan sholatnya sah. Apalagi jika penghalangnya pendek dan makmum bisa melihat Imam atau makmum yang lain di depannya. Hal ini adalah pendapat al-Imam Malik, Abu Hanifah, dan riwayat dari Imam Ahmad.

Nabi pernah sholat di kamar beliau, kemudian para Sahabat bermakmum kepada beliau dengan terhalang tembok pendek.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ فِي حُجْرَتِهِ وَجِدَارُ الْحُجْرَةِ قَصِيرٌ فَرَأَى النَّاسُ شَخْصَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ أُنَاسٌ يُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ

Dari Aisyah –radhiyallahu anha- beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat pada suatu malam di kamarnya sedangkan tembok kamar pendek, sehingga manusia bisa melihat Nabi shollallahu alaihi wasallam, maka manusia kemudian sholat mengikuti sholat beliau (H.R al-Bukhari)  Continue reading

January 3

Pengaturan Shaf Sholat Berjamaah (Bagian 3)

✅Bolehkah Shaf Wanita Sejajar Laki-Laki dan Terpisah Tabir?

Pada sebagian surau atau masjid, shaf wanita berada di sebelah shaf laki-laki namun terpisah tabir/ dinding. Hal yang demikian InsyaAllah sholatnya tetap sah namun menyelisihi kesempurnaan.

Nabi memerintahkan agar para wanita shafnya di belakang shaf laki-laki sebagaimana hadits-hadits di atas. Demikian juga Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu menyatakan:

أَخِّرُوْهُنَّ حَيْثُ أخَّرَهُنَّ اللهُ

Akhirkanlah mereka (para wanita) sebagaimana Allah mengakhirkan mereka (riwayat Abdurrozzaq, atThobarony)  Continue reading

January 3

Pengaturan Shaf Sholat Berjamaah (Bagian 2)

✅Posisi Shaf Sholat Berjamaah dgn Satu Makmum Laki-laki dan Satu Makmum Wanita

Jika dalam sholat berjamaah tersebut terdapat satu makmum laki-laki dan satu makmum wanita, maka makmum laki-laki berdiri sejajar di sebelah kanan Imam, sedangkan makmum wanita di belakang mereka.

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّهُ وَامْرَأَةً مِنْهُمْ فَجَعَلَهُ عَنْ يَمِينِهِ وَالْمَرْأَةَ خَلْفَ ذَلِكَ

Dari Anas –radhiyallahu anhu- bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam mengimami beliau dan seorang wanita di antara mereka. Kemudian beliau menjadikan Anas di sebelah kanan beliau dan seorang wanita di belakang itu (H.R Abu Dawud, Ahmad, dishahihkan al-Albany)  Continue reading