November 21

Mendengar Adzan Saat Sedang Berjima’

⚡❓PERTANYAAN

❓Bismillah, afwan ust mau tanya?

🚿 Tatkala kita sedang berjima’, kemudian adzan, apa yang mesti kita lakukan, apakh boleh menuntaskannya meskipun tertinggal sholat jamaa’ah atau kita mesti langsung berhenti meskipun belum tuntas?

💐 JAWABAN

✍🏻 Dijawab oleh Al-ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzhahullahu, Kraksaan Probolinggo

⛔ Apabila itu adalah adzan Subuh di bulan Ramadhan, harus dihentikan segera, karena terkait dengan sahnya puasa wajib.

Continue reading

November 13

Tersenyum Tidak Membatalkan Sholat

Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan hafizhahullah

Pertanyaan:
Apakah tertawa dalam shalat merusak wudhu?

Jawaban:
Tertawa membatalkan shalat karena seperti berbicara yang menunjukkan tidak khusyu’. Sedangkan para ulama telah bersepakat (ijma’) bahwasannya jika tertawa dalam shalat, maka batallah shalatnya.

Adapun tersenyum, maka tidak membatalkan shalat karena bukan jenis pembicaraan.

Adapun wudhu, tidak batal dengan tertawa menurut pendapat yang benar di antara dua pendapat ulama, sedangkan hadits yang diriwayatkan tentangnya merupakan hadits yang dhaif (lemah). Hanya saja jika dia tertawa dalam shalat, batallah shalatnya dan dianjurkan baginya berwudhu karena dia telah mekakukan dosa, sehingga dianjurkan baginya berwudhu.

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=67884&page=2

http://bit.ly/Al-Ukhuwwah

التبسم لا يبطل الصلاة

هل الضحك في الصلاة يفسد الوضوء؟

ـ الضحك تبطل به الصلاة، لأنه كالكلام يدل على عدم الخشوع، وقد أجمع العلماء أنه إذا قهقه في الصلاة، بطلت أما التبسم، فلا يبطل الصلاة، لأنه ليس كلاماً، أما الوضوء، فلا يبطل بالقهقهة على الصحيح من قولي العلماء، والحديث الوارد في ذلك ضعيف، ولكن إن قهقه في الصلاة، بطلت واستحب له الوضوء، لأنه أذنب ذنباً، فيستحب له الوضوء.

November 11

Hukumnya Imam dan Khatib Jum’at oleh Dua Orang yang Berbeda

☄ asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah,

Tanya :
“Dalam shalat Jum’at, seseorang melakukan adzan pertama, lalu orang lain lagi adzan kedua. Demikian juga yang bertindak sebagai khatib dalam dua kali khutbah Jum’at oleh seseorang, lalu yang menjadi imam orang lain lagi. Apa hukumnya?”

Jawab :
“Hal itu tidak mengapa, walhamdulillah.
Boleh adzan pertama dilakukan oleh satu orang, dan adzan kedua oleh orang lain.
Khutbah oleh seseorang, dan imam oleh orang lain. Itu semua tidak mengapa, walhamdulillah.
Continue reading

October 14

Sholat Jumat Bagi Security

✍ Fadhilatusy Syaikh Al-‘Allamah Muhammad bin Shaleh Al-‘Utsaimin rahimahullah waghafarallahu lanaa wa lahu :

📜 Pertanyaan :

Aku sibuk menjaga keamanan, dan terkadang diminta tetap menjaga keamanan pada hari Jum’at, dengan itu maka aku tidak bisa menunaikan sholat Jum’at bersama kaum muslimin, apakah yang demikian boleh ? Dan apakah aku harus sholat Dhuhur atau hanya sholat 2 rakaat?

📜 Jawaban :

Ya boleh bagimu untuk menjaga keamanan kendati kamu luput dari sholat jum’at, selama tempat tersebut membutuhkan penjagaan, dan dalam kondisi seperti ini wajib bagimu untuk  sholat dhuhur dan tidak boleh sholat jumat.

📚 Kitab Majmu’ Al-Fatawa, jilid 16 Fatawa Al Fiqh Sholatul Jum’ah halaman 36.

┄┄┉┉✽̶»̶̥▪»̶̥✽̶┉┉┄┄

املؤوا الدنيا علما:
فضيلة الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله وغفر الله لنا وله
السؤال :

أنا أشتغل حارس أمن ، وأحياناً يُطلب مني الدوام يوم الجمعة ، فلا أستطيع أن أؤدي صلاة الجمعة مع المسلمين فهل يجوز ذلك ؟ وهل أصلي الصلاة ظهراً أم أصليها ركعتين ؟
الجواب :

نعم يجوز لك أن تحرس ولو فاتت الجمعة ، مادام المكان محتاجاً إلى الحراسة ، وفي هذه الحال يجب عليك أن تصليها ظهراً ، ولا يجوز أن تصليها جمعة .

 .

المصدر : كتاب مجموع فتاوى .

المجلد السادس عشر : فتاوى الفقه صلاة الجمعة . الصفحة : 36 .

Broadcast by : Ahlus Sunnah Karawang

📜 Channel MutiaraASK http://tlgrm.me/MutiaraASK

🌍 Website ASK http://bit.ly/BlogASK

💬 BBM Mutiara Salaf Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE
•┈┈┈┈••••❁🌠❁••••┈┈┈┈•

🎯 Majmu’ah Ashhaabus Sunnah

🚀©hannel telegram: https://tlgrm.me/ashhabussunnah

•┈┈┈┈••••❁🌠❁••••┈┈┈┈•

January 7

Ketinggalan Sholat Jumat

🌾🌾🌾🌾🌾🌾

🔸Pertanyaan :

Apabila aku masuk masjid imam shalat jum’at dalam keadaan duduk tasyahud, apakah aku shalat jum’at atau shalat zhuhur?

🔸Jawab:

Apabila orang yang masbuq shalat jum’at tidak mendapatkan kecuali sujud dan tasyahhud, maka dia shalat zhuhur tidak shalat jum’at. Karena shalat didapatkan dengan ruku’, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

((من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة))

“Barangsiapa mendapatkan ruku’ shalat maka ia telah mendapatkan shalat” (1)
Continue reading

January 4

Shalat Dengan Pakaian Yang Dikenakan Saat Buang Hajat / di WC

📣 Fadhilatusy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang hal ini

▪Pertanyaan :

Karena memungkinkan ketika keluar dari WC pakaian mereka terkena najis dan tidak diragukan WC tidak lepas dari najis. Bila demikian, apakah sah shalat mereka dengan mengenakan pakaian tersebut ?

✅ Beliau rahimahullah menjawab :

“Sebelum aku menjawab pertanyaan ini, aku hendak mengatakan bahwa syariat Islam ini, alhamdulillah, telah sempurna dari seluruh sisi. Cocok dengan fitrah manusia yang Allah ciptakan makhluk di atas fitrah tersebut. Di mana pula, agama ini datang dengan kemudahan dan keringanan, bahkan datang untuk menjauhkan manusia dari kebingungan dalam was-was dan bayangan-bayangan yang tidak ada asalnya. Berdasarkan hal ini, seseorang dengan pakaian yang dikenakannya berada di atas kesucian, karena hukum asalnya demikian, selama ia tidak yakin tubuh dan pakaiannya terkena najis. Inilah hukum asal yang dipersaksikan oleh sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tatkala ada seseorang mengadu kepada beliau bahwa ia merasa berhadats ketika sedang mengerjakan shalatnya. Continue reading

November 4

Jika Seorang Imam Memutuskan Shalatnya Sementara Imam Tersebut Tidak Menunjuk Penggantinya, Apakah Yang Wajib Dilakukan Oleh Makmum?

✒📂 Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin رحمه الله

📬 Pertanyaan: Jika seorang imam memutuskan shalatnya karena suatu sebab apa saja kemudian keluar (dari jama’ah shalat) dan tidak menunjuk seorangpun sebagai penggantinya, maka apakah hukumnya? Apakah dalam hal ini terdapat perbedaan jika shalat tersebut adalah shalat Jum’at atau selainnya?

🔓 Jawaban: Pada dasarnya pernyataan bahwa “Jika seorang imam memutuskan shalatnya karena suatu sebab apa saja..” haruslah dikaitkan dengan suatu sebab yang dapat dibenarkan (secara syar’i, pent.) untuk memutuskan shalat. Adapun “karena suatu sebab apa saja”, maka tidaklah sah seorang imam untuk memutuskan shalat dengan suatu sebab apa saja (yang tidak syar’i, pent.) pada shalat-shalat wajib dan ini jelas. Jika shalat tersebut adalah shalat nafilah/sunnah, maka yang lebih utama adalah ia tidak memutuskan shalatnya, bahkan ia meneruskan shalat dan tidak memutuskannya kecuali untuk suatu tujuan atau alasan yang benar. Continue reading