December 31

Ketaatan Kepada Pemerintah Muslim (Bagian 4)

〰〰〰〰
📢📚📝✊

Serial Kajian Aqidah :
PENJELASAN SYARHUS SUNNAH KARYA IMAM AL-MUZANI رحمه الله

✏️ Oleh Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

🔷🔹🔹5⃣5⃣🔹🔹🔷

📌 Bertaubat Kepada Allah Agar Pemerintah Bersikap Sayang terhadap Rakyatnya

Al-Muzani menyatakan: Bertaubat kepada Allah Azza Wa Jalla agar pemerintah bersikap kasih sayang terhadap rakyatnya

Sungguh indah ucapan Imam al-Muzani ini! Jika anda berharap pemimpin/ pemerintah anda memiliki sikap kasih sayang terhadap rakyatnya, maka bertaubatlah kepada Allah.

Sekilas tidak nampak hubungannya. Padahal, itu menunjukkan bahwa adanya pemimpin yang dzhalim adalah karena dosa-dosa dari rakyatnya. Keadaan rakyat menentukan keadaan pemimpinnya. Jika rakyat baik, pemimpinnya akan baik. Jika rakyat buruk, pemimpinnya juga akan buruk, sebagai balasan dari Allah atas perbuatan mereka.

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Dan demikianlah, kami jadikan sebagian orang dzhalim menguasai/ memimpin orang dzhalim yang lain disebabkan perbuatan mereka (Q.S al-An’am:129)

Sahabat Nabi Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma menyatakan:

إِذَا رَضِيَ اللهُ عَنْ قَوْمٍ وَلَّى أَمْرَهُمْ خَيِارَهُمْ، إِذَا سَخِطَ اللَّهُ عَلَى قَوْمٍ وَلَّى أَمْرَهُمْ شِرَارَهُمْ

Jika Allah meridhai suatu kaum, Allah akan jadikan pemimpin untuk mereka adalah orang terbaik di antara mereka. Jika Allah murka pada suatu kaum, Allah jadikan pemimpin mereka adalah orang terburuk di antara mereka (Tafsir alQurthuby (7/85))

Al-A’masy menyatakan: Jika manusia telah rusak, Allah jadikan pemimpin mereka adalah yang terburuk di antara mereka (ad-Durrul Mantsur karya as-Suyuthy (4/134))

Ka’ab al-Ahbar menyatakan:

إِنَّ لِكُلِّ زَمَانٍ مَلِكًا يَبْعَثُهُ اللهُ عَلَى نَحْوِ قُلُوبِ أَهْلِهِ، فَإِذَا أَرَادَ صَلَاحَهُمْ بَعَثَ عَلَيْهِمْ مُصْلِحًا، وَإِذَا أَرَادَ هَلَكَتَهُمْ بَعَثَ فِيهِمْ مُتْرَفِيهِمْ

Sesungguhnya pada setiap zaman terdapat raja/ penguasa yang Allah utus sesuai keadaan hati rakyatnya. Jika Allah menginginkan kebaikan mereka, Allah utus untuk mereka seorang yang melakukan perbaikan (sebagai pemimpin). Dan jika Allah menghendaki kebinasaan mereka, Allah utus orang-orang yang suka mengumbar hawa nafsu (riwayat alBaihaqy dalam Syuabul Iman).

Dikisahkan bahwa Al-Hasan al-Bashri pernah mendengar seseorang mendoakan keburukan untuk al-Hajjaj –pemimpinnya-, kemudian beliau menyatakan:

لاَ تَفْعَلْ- رَحِمَكَ اللهُ- إِنَّكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أُوْتِيْتُمْ ، ( إِنَّمَا نَخَافُ إِنْ عُزِلَ الْحَجَّاجُ أَوْ مَاتَ أَنْ يُتَوَلَّى عَلَيكُم الْقِرْدَة والخنازير)

Janganlah engkau melakukannya, semoga Allah merahmatimu. Sesungguhnya kalian diberi sesuai keadaan kalian. Aku khawatir kalau al-Hajjaj lengser atau dia mati, kalian akan dipimpin oleh kera dan babi-babi (Adabul Hasan al-Bashri karya Ibnul Jauzi)

⌛️(In Syaa Allah bersambung ke bagian berikutnya)

📝 disalin dari buku “AKIDAH IMAM AL-MUZANI” halaman 237-240.

〰〰〰〰〰〰〰〰
📚 WA Salafy Kendari 📡


Tags: , ,
Copyright 2019. All rights reserved.

Posted 31 December 2015 by Al Ilmu in category "Kajian Aqidah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.