January 12

Pengaturan Shaf Sholat Berjamaah (Bagian  4-selesai)

✅Bolehkah Sholat Makmum Terhalang Tabir/ Tembok dan Sholat Mengikuti Imam?

Jika di antara Imam dengan makmum terhadap penghalang, namun makmum masih bisa mendengar suara Imam, yang demikian tidak mengapa dan sholatnya sah. Apalagi jika penghalangnya pendek dan makmum bisa melihat Imam atau makmum yang lain di depannya. Hal ini adalah pendapat al-Imam Malik, Abu Hanifah, dan riwayat dari Imam Ahmad.

Nabi pernah sholat di kamar beliau, kemudian para Sahabat bermakmum kepada beliau dengan terhalang tembok pendek.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ فِي حُجْرَتِهِ وَجِدَارُ الْحُجْرَةِ قَصِيرٌ فَرَأَى النَّاسُ شَخْصَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ أُنَاسٌ يُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ

Dari Aisyah –radhiyallahu anha- beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat pada suatu malam di kamarnya sedangkan tembok kamar pendek, sehingga manusia bisa melihat Nabi shollallahu alaihi wasallam, maka manusia kemudian sholat mengikuti sholat beliau (H.R al-Bukhari) 

Anas bin Malik juga pernah sholat di rumah seseorang yang posisinya berada di atas masjid dan beliau bisa melihat ruku dan sujud jamaah tersebut. 

عَنْ جَبَلَةَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ ، قَالَ : رَأَيْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يُصَلِّي فِي دَارِ عَبْدِ اللهِ فِي الْبَابِ الصَّغِيْرِ الَّذِي يشرف على المسجد ، وَهُوَ يَرَى رُكُوْعَهُمْ ، وَسُجُوْدَهُمْ

Dari Jabalah bin Abi Sulaiman beliau berkata: Saya melihat Anas bin Malik sholat di rumah Abdullah pada pintu kecil yang mengawasi masjid dari atas. Dan ia melihat ruku’ dan sujud mereka (jamaah sholat)(riwayat Ibnul Mundzir dalam al-Awsath)

Hal yang jelas tidak boleh adalah seorang bermakmum melalui radio atau televisi yang menyiarkan sholat berjamaah secara langsung.
✅Sholat Sendirian di Belakang Shaf
Secara asal, seseorang tidak boleh sholat sendirian di belakang shaf. Tapi jika ia telah berusaha mencari celah untuk masuk ke dalam shaf namun tidak mendapatkannya, maka ia terpaksa sholat sendirian di belakang shaf, yang demikian tidak mengapa, dan sholatnya tetap sah.

Namun, jika ia bersikap meremehkan dan bermudah-mudahan, saat masih ada celah di shaf depannya namun ia tidak masuk ke dalam shaf itu justru ia ambil posisi sholat sendirian di belakang shaf, maka sholatnya tidak sah.
Inilah pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dan dikuatkan oleh Syaikh Ibn Utsaimin (asy-Syarhul Mukhtashar ala Bulughil Maram libni Utsaimin (3/255)).
Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad menjelaskan bahwa larangan sholat sendirian di belakang shaf itu hanyalah untuk pria, sedangkan bagi wanita tidak mengapa, sesuai dengan hadits riwayat Abu Dawud bahwa Nabi sholat bersama Anas dan seorang wanita. Anas berdiri di sebelah kanan Nabi, sedangkan seorang wanita sholat di belakang mereka (Syarh Sunan Abi Dawud li Abdil Muhsin (4/85)).

Dalil yang menunjukkan tidak bolehnya seorang laki-laki sholat di belakang shaf sendirian adalah:
عَنْ عَلِيِّ بْنِ شَيْبَانَ وَكَانَ مِنَ الْوَفْدِ قَالَ خَرَجْنَا حَتَّى قَدِمْنَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعْنَاهُ وَصَلَّيْنَا خَلْفَهُ ثُمَّ صَلَّيْنَا وَرَاءَهُ صَلَاةً أُخْرَى فَقَضَى الصَّلَاةَ فَرَأَى رَجُلًا فَرْدًا يُصَلِّي خَلْفَ الصَّفِّ قَالَ فَوَقَفَ عَلَيْهِ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ انْصَرَفَ قَالَ اسْتَقْبِلْ صَلَاتَكَ لَا صَلَاةَ لِلَّذِي خَلْفَ الصَّفِّ

Dari Ali bin Syaiban yang beliau adalah utusan, beliau berkata: Kami keluar hingga kami sampai kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam kemudian kami membaiat beliau dan sholat di belakang beliau. Kemudian kami sholat di belakang beliau pada sholat yang lain hingga beliau menyelesaikan sholat. Kemudian beliau melihat seorang laki-laki sholat sendirian di belakang shaf sehingga Nabi shollallahu alaihi wasallam berdiri di dekatnya ketika orang itu selesai sholat. Kemudian beliau bersabda: Hadapilah sholatmu (ulang lagi) karena tidak ada sholat bagi yang berdiri di belakang shaf (sendirian)(H.R Ibnu Majah, Ahmad, dinyatakan sanadnya shahih oleh al-Mundziri dan dishahihkan al-Albany)

(dikutip dari buku ‘Fiqh Bersuci dan Sholat’, Abu Utsman Kharisman)
💡💡📝📝💡💡
WA al-I’tishom


Tags: , , , , ,
Copyright 2019. All rights reserved.

Posted 12 January 2016 by Al Ilmu in category "Kajian Fiqh

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.