December 15

Sholat Berjamaah (Bagian 1)

✅Keutamaan Sholat Berjamaah 

Sholat berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan sholat sendirian. Semakin banyak orang yang ikut sholat berjamaah, semakin besar keutamaan dan pahalanya.

وَإِنَّ صَلَاةَ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ وَحْدَهُ وَصَلَاتُهُ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ مَعَ الرَّجُلِ وَمَا كَثُرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى

Sesungguhnya sholat seorang laki-laki bersama laki-laki yang lain lebih suci dibandingkan sholatnya sendirian. Sholat seseorang bersama dua orang lebih suci dibandingkan sholatnya bersama seorang laki-laki. Semakin banyak (jamaah sholat) semakin dicintai Allah Ta’ala (H.R Abu Dawud, anNasaai, Ahmad, dishahihkan Ibnu Khuzaimah, dihasankan al-Albany)

<!–more–>

Jika sholat berjamaah dilakukan di masjid yang dikumandangkan adzan, maka keutamaannya adalah 25 atau 27 derajat lebih baik dibandingkan sholat sendirian.
صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ

Sholat seseorang berjamaah melebihi sholatnya di rumahnya atau di pasarnya 25 lipat. Yang demikian itu karena jika ia berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya kemudian keluar menuju masjid tidaklah yang mengeluarkannya kecuali sholat, tidaklah ia melangkahkan kaki kecuali akan mengangkat satu derajat dan menghapus satu dosa. Jika ia sholat, senantiasa Malaikat bersholawat untuknya selama ia berada di tempat sholatnya. Malaikat akan berdoa: Ya Allah bersholawatlah untuknya, Ya Allah rahmatilah ia. Seseorang senantiasa berada dalam keadaan sholat selama menunggu sholat (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ مَدَى صَوْتِهِ وَيَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ وَشَاهِدُ الصَّلَاةِ يُكْتَبُ لَهُ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ صَلَاةً وَيُكَفَّرُ عَنْهُ مَا بَيْنَهُمَا

Seorang muadzin (yang mengumandangkan adzan) akan diampuni sepanjang (jangkauan) suaranya dan setiap yang basah dan kering akan bersaksi untuknya, dan orang yang ikut sholat akan tercatat mendapatkan kelipatan 25 sholat (sendirian) dan akan diampuni di antara keduanya (sholat yang dilakukan dengan sholat sebelumnya)(H.R Abu Dawud, Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Hibban dan dinyatakan hasan shahih oleh al-Albany) 

✅Keutamaan Sholat Berjamaah Tidak Ketinggalan Takbirotul Ihram Imam Selama 40 Hari Berturut-Turut
مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاق
Barangsiapa yang sholat untuk Allah 40 hari berjamaah, mengikuti takbir pertama (Imam) tercatat dua pembebasan: pembebasan dari anNaar dan pembebasan dari kemunafikan (H.R atTirmidzi dari Anas bin Malik, dihasankan al-Albany) 

✅Keutamaan Sholat Isya dan Subuh Berjamaah
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّه
Barangsiapa yang sholat Isya berjamaah, maka seakan-akan ia melakukan qiyaamul lail separuh malam, dan barangsiapa yang (juga kemudian) sholat Subuh berjamaah maka seakan-akan ia sholat malam seluruhnya (H.R Muslim dari Utsman bin Affan) 

✅Orang Laki-laki yang Mendengar Adzan Tapi Tidak Menghadiri Sholat Berjamaah Tanpa Udzur Sholatnya Tidak Sempurna

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

Barangsiapa yang mendengar adzan, kemudian tidak mendatanginya (untuk sholat berjamaah di masjid, pent) maka tidak ada sholat baginya kecuali jika ia memiliki udzur (H.R Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, dishahihkan Ibnu Hibban, al-Hakim dan al-Albany) 

Makna sabda Nabi: tidak ada sholat baginya adalah tidak ada sholat yang sempurna baginya, bukan berarti tidak sah sholatnya. Ia melewatkan kebaikan yang banyak dan pahala yang berlimpah. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad (transkrip ceramah syarh Sunan Abi Dawud(3/453)) 

(dikutip dari buku ‘Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi’, Abu Utsman Kharisman)
💡💡📝📝💡💡
WA al-I’tishom


Tags: , , , , ,
Copyright 2019. All rights reserved.

Posted 15 December 2015 by Al Ilmu in category "Kajian Fiqh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.