July 29

Apa yang Dilakukan Ma’mum Setelah Selesai Membaca Al-Fatihah dan Surat Lainnya, Sementara Imam Belum Rukuk?

✍🏻

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

📬 Pertanyaan:

Jika orang yang shalat pada shalat sirriyah (yang tidak mengeraskan suara) telah selesai membaca al-Fatihah dan surat setelahnya, namun imam belum rukuk, apakah dia diam?

🔓 Jawaban:

Ma’mum tidak diam jika telah selesai membaca al-Fatihah dan surat setelahnya sebelum imam rukuk, tetapi dia tetap membaca ayat yang lain hingga imam rukuk. Bahkan seandainya pada dua raka’at setelah tasyahhud pertama dia telah selesai membaca al-Fatihah sementara imam belum rukuk, maka dia membaca surat yang lain sampai imam rukuk, karena dalam shalat tidak ada diam, kecuali ketika ma’mum sedang mendengarkan bacaan imamnya.

📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 15 hlm. 108 🌍 Sumber || https://goo.gl/IoFp59 ⚪ WhatsApp Salafy Indonesia ⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy 💎💎💎💎💎💎💎💎💎

January 12

Pengaturan Shaf Sholat Berjamaah (Bagian  4-selesai)

✅Bolehkah Sholat Makmum Terhalang Tabir/ Tembok dan Sholat Mengikuti Imam?

Jika di antara Imam dengan makmum terhadap penghalang, namun makmum masih bisa mendengar suara Imam, yang demikian tidak mengapa dan sholatnya sah. Apalagi jika penghalangnya pendek dan makmum bisa melihat Imam atau makmum yang lain di depannya. Hal ini adalah pendapat al-Imam Malik, Abu Hanifah, dan riwayat dari Imam Ahmad.

Nabi pernah sholat di kamar beliau, kemudian para Sahabat bermakmum kepada beliau dengan terhalang tembok pendek.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ فِي حُجْرَتِهِ وَجِدَارُ الْحُجْرَةِ قَصِيرٌ فَرَأَى النَّاسُ شَخْصَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ أُنَاسٌ يُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ

Dari Aisyah –radhiyallahu anha- beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat pada suatu malam di kamarnya sedangkan tembok kamar pendek, sehingga manusia bisa melihat Nabi shollallahu alaihi wasallam, maka manusia kemudian sholat mengikuti sholat beliau (H.R al-Bukhari)  Continue reading

December 29

Pengaturan Shaf Sholat Berjamaah (Bagian 1)

✅Keutamaan Shaf Pertama

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا

Kalau seandainya manusia mengetahui (keutamaan dan pahala) pada adzan dan shaf pertama, kemudian tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan mengundi, maka niscaya ia akan mengundinya (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

Sebaik-baik shaf laki-laki adalah di paling depan, dan seburuk-buruk shaf lelaki adalah di belakang. Sebaik-baik shaf perempuan adalah di paling belakang dan seburuk-buruknya adalah di paling depan (H.R Muslim dari Abu Hurairah)

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الْأُوَلِ

Sesungguhnya Allah dan para Malaikatnya bersholawat kepada shaf-shaf awal (H.R Abu Dawud dari al-Bara’ bin Azib dishahihkan Ibnu Khuzaimah dan al-Albany)  Continue reading

December 29

Sholat Berjamaah (Bagian 2)

✅Urut-urutan Orang yang Berhak Menjadi Imam

1. Penguasa muslim di suatu wilayah

2. Imam rowatib

3. Orang yang paling banyak hafalan Qurannya, dengan syarat bacaan al-Qurannya tepat dan mengerti hukum-hukum dalam sholat.

4. Orang yang lebih paham tentang sunnah

5. Orang yang lebih dulu hijrah

6. Orang yang lebih tua usianya Continue reading

December 15

Sholat Berjamaah (Bagian 1)

✅Keutamaan Sholat Berjamaah 

Sholat berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan sholat sendirian. Semakin banyak orang yang ikut sholat berjamaah, semakin besar keutamaan dan pahalanya.

وَإِنَّ صَلَاةَ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ وَحْدَهُ وَصَلَاتُهُ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ مَعَ الرَّجُلِ وَمَا كَثُرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى

Sesungguhnya sholat seorang laki-laki bersama laki-laki yang lain lebih suci dibandingkan sholatnya sendirian. Sholat seseorang bersama dua orang lebih suci dibandingkan sholatnya bersama seorang laki-laki. Semakin banyak (jamaah sholat) semakin dicintai Allah Ta’ala (H.R Abu Dawud, anNasaai, Ahmad, dishahihkan Ibnu Khuzaimah, dihasankan al-Albany)

<!–more–>

Jika sholat berjamaah dilakukan di masjid yang dikumandangkan adzan, maka keutamaannya adalah 25 atau 27 derajat lebih baik dibandingkan sholat sendirian.
صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ

Sholat seseorang berjamaah melebihi sholatnya di rumahnya atau di pasarnya 25 lipat. Yang demikian itu karena jika ia berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya kemudian keluar menuju masjid tidaklah yang mengeluarkannya kecuali sholat, tidaklah ia melangkahkan kaki kecuali akan mengangkat satu derajat dan menghapus satu dosa. Jika ia sholat, senantiasa Malaikat bersholawat untuknya selama ia berada di tempat sholatnya. Malaikat akan berdoa: Ya Allah bersholawatlah untuknya, Ya Allah rahmatilah ia. Seseorang senantiasa berada dalam keadaan sholat selama menunggu sholat (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ مَدَى صَوْتِهِ وَيَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ وَشَاهِدُ الصَّلَاةِ يُكْتَبُ لَهُ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ صَلَاةً وَيُكَفَّرُ عَنْهُ مَا بَيْنَهُمَا

Seorang muadzin (yang mengumandangkan adzan) akan diampuni sepanjang (jangkauan) suaranya dan setiap yang basah dan kering akan bersaksi untuknya, dan orang yang ikut sholat akan tercatat mendapatkan kelipatan 25 sholat (sendirian) dan akan diampuni di antara keduanya (sholat yang dilakukan dengan sholat sebelumnya)(H.R Abu Dawud, Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Hibban dan dinyatakan hasan shahih oleh al-Albany) 

✅Keutamaan Sholat Berjamaah Tidak Ketinggalan Takbirotul Ihram Imam Selama 40 Hari Berturut-Turut
مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاق
Barangsiapa yang sholat untuk Allah 40 hari berjamaah, mengikuti takbir pertama (Imam) tercatat dua pembebasan: pembebasan dari anNaar dan pembebasan dari kemunafikan (H.R atTirmidzi dari Anas bin Malik, dihasankan al-Albany) 

✅Keutamaan Sholat Isya dan Subuh Berjamaah
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّه
Barangsiapa yang sholat Isya berjamaah, maka seakan-akan ia melakukan qiyaamul lail separuh malam, dan barangsiapa yang (juga kemudian) sholat Subuh berjamaah maka seakan-akan ia sholat malam seluruhnya (H.R Muslim dari Utsman bin Affan) 

✅Orang Laki-laki yang Mendengar Adzan Tapi Tidak Menghadiri Sholat Berjamaah Tanpa Udzur Sholatnya Tidak Sempurna

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

Barangsiapa yang mendengar adzan, kemudian tidak mendatanginya (untuk sholat berjamaah di masjid, pent) maka tidak ada sholat baginya kecuali jika ia memiliki udzur (H.R Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, dishahihkan Ibnu Hibban, al-Hakim dan al-Albany) 

Makna sabda Nabi: tidak ada sholat baginya adalah tidak ada sholat yang sempurna baginya, bukan berarti tidak sah sholatnya. Ia melewatkan kebaikan yang banyak dan pahala yang berlimpah. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad (transkrip ceramah syarh Sunan Abi Dawud(3/453)) 

(dikutip dari buku ‘Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi’, Abu Utsman Kharisman)
💡💡📝📝💡💡
WA al-I’tishom