July 31

Bukannya Tidak Mampu Mengubah Bukit Shofa Menjadi Emas, Namun Kasih Sayang untuk Mereka

📝💐 ِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ قُرَيْشٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ادْعُ لَنَا رَبَّكَ أَنْ يَجْعَلَ لَنَا الصَّفَا ذَهَبًا وَنُؤْمِنُ بِكَ قَالَ وَتَفْعَلُونَ قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَدَعَا فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ إِنَّ رَبَّكَ عَزَّ وَجَلَّ يَقْرَأُ عَلَيْكَ السَّلَامَ وَيَقُولُ إِنْ شِئْتَ أَصْبَحَ لَهُمْ الصَّفَا ذَهَبًا فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ مِنْهُمْ عَذَّبْتُهُ عَذَابًا لَا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنْ الْعَالَمِينَ وَإِنْ شِئْتَ فَتَحْتُ لَهُمْ بَابَ التَّوْبَةِ وَالرَّحْمَةِ قَالَ بَلْ بَابُ التَّوْبَةِ وَالرَّحْمَةِ

dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma, ia berkata;

Orang-orang Quraisy berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Berdoalah kepada Tuhanmu untuk kami, agar merubah bukit Shofa menjadi emas maka kami akan beriman kepadamu.”

Beliau bersabda: “Apakah benar kalian akan melakukannya (beriman)?.”

Mereka menjawab; “Ya.”

Maka beliau berdoa lalu datanglah Jibril dan berkata; “Sesungguhnya Tuhanmu ‘Azza WaJalla menyampaikan salam untukmu.” Jika engkau menghendaki maka bukit Shafaa akan berubah emas untuk mereka. Siapa saja di antara mereka kafir setelah itu, Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang belum pernah Aku siksakan kepada siapapun di alam semesta ini. Dan jika engkau menghendaki Aku akan membukakan pintu taubat dan rahmat untuk mereka.”

Beliau (Nabi) menyatakan: “Bahkan pintu taubat dan rahmat (yang aku kehendaki).” (H.R Ahmad, dishahihkan al-Hakim dan al-Albaniy)

<< Petikan faidah dari Pelajaran Kitabut Taubah min Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan Syaikh Kholid adz-Dzhafiriy dlm Daurah Asatidzah di Ma’had al-Anshar Sleman Yogyakarta, Ba’da Subuh 3 Dzulqo’dah 1438 H/ 27 Juli 2017 M, catatan Abu Utsman Kharisman

>> 💡💡📝📝💡💡 WA al I’tishom

November 7

Tidak Boleh Menceritakan Dosa yang Telah Dilakukan ketika Bertaubat Darinya

💥⛔❌🔥
✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

«وجمهور العلماء على أن من تاب من ذنب، فالأصل أن يستر على نفسه، ولا يقر به عند أحد، بل يتوب منه فيما بينه وبين الله عز وجل»

“Jumhur ulama berpendapat bahwa siapa saja yang bertaubat dari sebuah dosa, maka hukum asalnya adalah dengan dia menutupi aibnya tersebut, dan tidak boleh mengakui dosa tersebut kepada seorang pun, bahkan dia bertaubat darinya dalam keadaan yang mengetahuinya hanyalah dirinya dan Allah Azza wa Jalla.”

📚 Fathul Bary, jilid 1 hlm. 76

🌍 Sumber || https://goo.gl/IoFp59