April 18

Kewajiban dan Perkara yang Penting

☑🔑🌠 Berkata Asy-Syaikh Al-Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah :

✔⚠ “Dan yang termasuk kewajiban yang paling wajib dan perkara yang paling penting adalah :

📖 Engkau belajar ilmu (agama), dan menyebarkannya ke tengah-tengah manusia, baik ilmu aqidah, ilmu tauhid, dan (pengetahuan tentang) perbedaan antara kebenaran dan kebatilan, antara petunjuk dan kesesatan, dan antara tauhid dan syirik,

💡Maka engkau menerangkan kepada manusia akan perkara-perkara yang membantu mereka dan membawa mereka kepada keridhaan Allah tabaraka wa ta’la, dan engkau memperingatkan mereka (agar terhindar) dari tempat-tempat tergelincirnya fitnah, dan dari para pengikut hawa nafsu, serta para pengikut kesesatan _wal ‘iyadzu billah_

📚 Marhaban ya thalibal ilmi (18)
____________________

قـال الشيـخ العـلامة ربيـع بن هـادي المدخلـي -حفظـه اللَّه تعالـى-:

ومن أوجـب الواجبـات ومن أهـم الأمـور:

أن تتعلم العلم، وتبثه فـي النـاس، علم العقـائد علم التوحيـد، والفـرق بين الحق والبـاطل والهـدى والضـلال والتوحيـد والشـرك،

فتبصر النـاس بمـا يسعدهم ويقـودهم إلـى مرضـاة اللَّه -تبـارك وتعالـى-، وتحذرهم من مـزالـق الفتن واتبـاع الهـوى، واتبـاع الغي -والعيـاذ باللَّه-.

مرحبًا يا طالب العلم (١٨)

🔻🔻🔻🔻🔻🔻
📝 Abu Aufa Al Jakarty -hafizhahullah- (Syabab Ashhaabus Sunnah)
🎯 Majmu’ah Ashhaabus Sunnah
🚀 ©hannel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah
➖➖➖➖➖➖

January 5

Kajian Kitabut Tauhid (Bagian 56)

BAB KE LIMABELAS :
Firman Allah Ta’ala : Apakah Mereka Menyembah Sesuatu yang Tidak Menciptakan Apapun dan Justru Mereka Diciptakan? (Q.S al-A’raaf: 191)

TEMA: SETIAP YANG DISEMBAH SELAIN ALLAH TIDAK MEMILIKI PENCIPTAAN DAN KEKUASAAN SEDIKITPUN

💎Dalil Kedua:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُسِرَتْ رَبَاعِيَتُهُ يَوْمَ أُحُدٍ وَشُجَّ فِي رَأْسِهِ فَجَعَلَ يَسْلُتُ الدَّمَ عَنْهُ وَيَقُولُ كَيْفَ يُفْلِحُ قَوْمٌ شَجُّوا نَبِيَّهُمْ وَكَسَرُوا رَبَاعِيَتَهُ وَهُوَ يَدْعُوهُمْ إِلَى اللَّهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { لَيْسَ لَكَ مِنْ الْأَمْرِ شَيْءٌ }

Dari Anas –radhiyallahu anhu- bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pecah gigi gerahamnya pada hari (perang) Uhud dan beliau terluka di kepalanya maka mengucurlah darah dari kepalanya. Dan beliau berkata: Bagaimana bisa beruntung suatu kaum yang telah melukai kepala dan memecahkan gigi geraham Nabi mereka, kemudian Nabi berdoa kepada Allah (untuk melaknat) mereka. Maka Allah Azza Wa Jalla menurunkan ayat:

لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ

Engkau (wahai Muhammad) tidak memiliki urusan sedikitpun (terhadap keadaan manusia), apakah (Allah) akan memberi taubat kepada mereka atau mengadzab mereka karena mereka dzhalim (berbuat kesyirikan)(Q.S Ali Imron ayat 128)(H.R Muslim, dan disebutkan oleh al-Bukhari secara ta’liq)

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ أُحُدٍ اللَّهُمَّ الْعَنْ أَبَا سُفْيَانَ اللَّهُمَّ الْعَنْ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ اللَّهُمَّ الْعَنْ صَفْوَانَ بْنَ أُمَيَّةَ قَالَ فَنَزَلَتْ { لَيْسَ لَكَ مِنْ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ } فَتَابَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ فَأَسْلَمُوا فَحَسُنَ إِسْلَامُهُمْ

Dari Salim bin Abdillah dari ayahnya (Abdullah bin Umar) radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pada perang Uhud berdoa: Ya Allah laknatlah Abu Sufyan, Ya Allah laknatlah al-Harits bin Hisyam, Ya Allah laknatlah Shofwaan bin Umayyah. Ibnu Umar berkata: kemudian turunlah ayat: << Engkau (wahai Muhammad) tidak memiliki urusan sedikitpun (terhadap keadaan manusia), apakah (Allah) akan memberi taubat kepada mereka >> kemudian Allah memberi hidayah mereka kepada taubat dan mereka masuk Islam serta baik keislamannya (H.R atTirmidzi, dan asalnya ada dalam Shahih al-Bukhari).

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ مِنْ الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ مِنْ الْفَجْرِ يَقُولُ اللَّهُمَّ الْعَنْ فُلَانًا وَفُلَانًا وَفُلَانًا بَعْدَ مَا يَقُولُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ { لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ إِلَى قَوْلِهِ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ }

Dari Ibnu Umar –radhiyallahu anhu- bahwa beliau mendengar Rasulullah shollallahu alaihi wasallam jika mengangkat kepalanya dari ruku’ pada rokaat akhir sholat Subuh beliau membaca: Ya Allah laknatlah fulaan, fulaan, dan fulaan, setelah mengucapkan Sami’allaahu liman hamidah robbanaa wa lakal hamdu. Kemudian Allah turunkan (ayat): << Engkau (wahai Muhammad) tidak memiliki urusan sedikitpun (terhadap keadaan manusia), apakah (Allah) akan memberi taubat kepada mereka >> (H.R al-Bukhari) Continue reading

December 28

Kajian Kitabut Tauhid (Bagian 55)

BAB KE LIMABELAS :

Firman Allah Ta’ala : Apakah Mereka Menyembah Sesuatu yang Tidak Menciptakan Apapun dan Justru Mereka Diciptakan? (Q.S al-A’raaf: 191)

TEMA: SETIAP YANG DISEMBAH SELAIN ALLAH TIDAK MEMILIKI PENCIPTAAN DAN KEKUASAAN SEDIKITPUN

✅Pendahuluan

Muallif (penulis Kitabut Tauhid: Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab -rahimahullah) menuliskan judul babnya adalah Firman Allah dalam al-Quran. Hal ini mencontoh metode yang dipakai para Ulama hadits, seperti al-Imam al-Bukhari. Sangat banyak nama bab pada Shahih al-Bukhari adalah firman Allah Ta’ala. Continue reading